Bekel adalah permainan yang biasa dimainkan oleh anak-anak perempuan. Pemain bekel dapat berjumlah 2 sampai 4 orang. Alat yang digunakan untuk permainan ini adalah bola bekel dan biji bekel. Bola bekel terbuat dari karet dengan ukuran dan motif yang bermacam-macam. Biji bekel biasanya terbuat dari kuningan dengan 4 sisi yang berbeda. Jumlah yang dipakai pada permainan biasanya 10 buah.
Cara Bermain Bola Bekel
- Pemain yang mendapat giliran pertama diundi dengan adu suit.
- Pemain pertama melemparkan bola dan biji bekel yang digenggam dalam satu genggaman. Setelah bola turun dan memantul, biji bekel dilepas dari genggaman.
- Setelah menyebar biji bekel, pemain harus mengambil biji bekel. Pemain bisa kehilangan giliran atau ’mati’ jika mengenai atau menyentuh biji bekel yang lain.
- Bola bekel harus dilempar setiap pengambilan biji bekel. Pengambilan dimulai satu per satu, dua-dua, tiga-tiga dan seterusnya hingga sepuluh biji sekaligus.
- Setelah itu pemain sampai pada tahap chin atau sin. Di sini pemain membalikkan biji bekel menghadap ke atas. Di daerah Jawa Tengah, istilahnya mlumah. Setelah itu pemain harus mengambil biji secara berurutan seperti tahap pertama.
- Setelah chin atau sin selesai, pemain harus membalikkan biji bekel ke posisi tengkurap atau mengkurep. Tahap ini di sebut Rho. Sama seperti chin pemain juga harus mengambil biji secara berurutan. Pemenangnya adalah pemain yang terlebih dahulu menyelesaikan tahap Rho
Tahap Ngaspel
Di beberapa daerah, ada tahap akhir tambahan Rho. Tahap ini disebut ngaspel. Pada tahap ini pemain membalikkan seluruh biji bekel ke posisi mlumah. Setelah itu pemain Iangsung membalikkannya Iagi ke posisi mengkurep dan menyusun dalam satu baris. Selanjutnya pemain meiingkarkan tangan melewati barisan biji bekel tapi tidak boleh menyentuhnya. Di daerah lain tambahannya adalah membuat biji bekel berdiri di setiap sisinya sebelum menangkap bola yang dipantulkan.
